Dilangsir dari salah satu media online,kepala Sekolah VS dikonfirmasi salah satu Jurnalis media RROL. ID terkait informasi yang di dapat, dia merasa tidak senang dan marah.
Tidak mau dianggap menciptakan suasana tidak kondusip, pihak media beranjak pulang, kemudian menurut keterangan Jurnalis si Kasek VS mencegat di pintu keluar serta mendorong tubuh Jurnalis tersebut, dan menghalangi agar tidak keluar dari ruangan nya. Dan itu disaksikan seluruh guru yang ada.
Baca Juga:
MARTABAT Prabowo-Gibran Dukung Percepatan Pembangunan Metropolitan Mebidang, Desak Pemprov-Polda Sumut Perbanyak CCTV dan Perketat Pengamanan
Dia berkata dalam bahasa Batak, “dang huhabiari ho”, (aku gak takut sama kau) , apa rupanya kau, aku nggak takut”, katanya menantang.
Selanjutnya, sembari marah Ia mengangkat tangannya, Diduga hendak memukul Jurnalis tersebut.
Namun, Jurnalis tersebut menggadapi dengan tenang dan beranjak pulang.
Baca Juga:
Gandeng Kodim 021/TU dan Polres Taput, Rutan Taturung Razia Kamar WBP
Terpisah Direktur LRR Kabupaten Simlungun Parna J Sitanggang, Jumat (27/1/2023) meminta pihak orang tua siswa segera menanda tangani Keberatan terkait pengutilan tersebut, agar surat segera di kirim ke Kejaksaan Simalungun sebab, itu pungli.
“Jika benar kebijakan tersebut, itu sudah melanggar permendikbud, jadi harus dilaporkan, ke Penegak Hukum”, katanya.[bgr]