"Kami harap masyarakat tetap tenang dan tidak perlu panik. Kami juga menghimbau agar masyarakat bisa membeli BBM sesuai dengan kebutuhan. Sampai saat ini untuk distribusi aman dan lancar, tidak ada kendala, " ucap AKBP Marganda Aritonang dengan nada menenangkan namun penuh ketegasan.
AKP Verry Purba menambahkan bahwa fenomena panic buying justru berpotensi menciptakan kelangkaan yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Ketika satu orang membeli BBM berlebihan karena takut, yang lain ikut-ikutan, dan akhirnya antrean panjang di SPBU pun terjadi — bukan karena stok habis, melainkan karena kepanikan yang tidak berdasar.
Baca Juga:
Safari Ramadhan, Danrem 042/Gapu Silaturahmi dengan Bupati Bungo
"Mari bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif. Jangan mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar. Beli BBM sesuai kebutuhan, dan percayakan kepada pihak berwenang bahwa situasi ini terkendali, " ungkap AKP Verry Purba.
Polres Simalungun mengajak seluruh masyarakat untuk bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi — terutama di era media sosial yang penuh dengan kabar yang belum tentu terverifikasi. Dengan kesadaran dan kerja sama bersama, distribusi BBM akan terus berjalan baik dan kebutuhan seluruh masyarakat Simalungun dapat terpenuhi dengan lancar.
[Redaktur:bgr007]