Si Toki bingung karena majikannya berjalan sangat cepat menuju tebing Danau Toba. Ia berulang kali menggonggong kepada Seruni. Ketika sampai ke tepi tebing Danau Toba, tiba-tiba Seruni yang sedang menangis terperosok ke dalam lubang batu yang sangat besar hingga masuk ke dalamnya, lubang yang sangat gelap.
Seruni ketakutan dan berteriak meminta tolong kepada Toki anjing kesayangannya. Namun Toki hanyalah seekor binatang dan hanya bisa menggonggong melihat keadaan majikannya tersebut.
Baca Juga:
Jadwal Penyeberangan Kapal Ferry Ke Kabupaten Samosir
Putus asa dengan keadaan dan tidak ada yang bisa membantunya, Seruni berkata “Parapat... Parapat batu!!” yang artinya merapatlah batu. Tak disangka tiba-tiba dinding batu menghimpit badan Seruni.
Melihat kondisi ini, si Toki bergegas pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, orang tuanya sadar melihat tingkah si Toki yang terus menggonggong dan mengajak orang tuanya ke suatu tempat. Sesampainya di tepi tebing Danau Toba, orang tuanya mencoba membantu anaknya, namun batu itu sudah terlalu sempit dan semakin menghimpit badan Seruni.
Orang tuanya hanya mendengar teriakan anaknya yang terus menyebutkan “Parapat... Parapat batu!!” tiba-tiba batu batu di situ berguncang yang membuat lubang itu menutup dengan sendirinya. Setelah guncangan tersebut, muncullah sebuah batu gantung yang membentuk tubuh seorang perempuan yang dipercaya batu jelmaan sosok Seruni.[bgr]
Baca Juga:
Legenda Sibaganding Tua, Ular yang Dianggap Membawa Keberuntungan