WahanaNews - Simalungun I Kasus prostitusi online melalui aplikasi MiChat yang saat ini marak di Kota Perdagangan mendapat tanggapan dari sejumlah warga khusunya kalangan ibu-ibu.
Rose (35) warga kecamatan Bandar, kabupaten Simalungun ini merasa sangat risih dengan adanya aplikasi MiChat.Senin (21/11) Pukul.14.00.Wib.
Baca Juga:
TK Negeri Pembina Perdagangan Perpisahan dan Pentas Kreatifvitas, Bermain belajar dan bahagia
” Kalau bisa pemerintah hapus saja itu aplikasi pak sangat meresahkan,ampir dejumla hotel di kota perdagangan stay wanita menasjikan dirinya degan aplikasi setan itu” kata ibu muda ini.
Bukan hanya itu menurut rose kalau dirinya merasa sangat kuwatir dengan kalangan remaja, karena aplikasi ini sudah pasti akan merusak mental para remaja khusus remaja laki-laki.
Terbongkarnya protitusi online melalui aplikasi MiChat di dikota perdagangan membuktikan kalau banyaknya pekerja-pekerja seks yang memang melakukan deal-deal melalui aplikasi tersebut dengan banyaran sampai ratusan ribu hingga jutaan rupiah
Baca Juga:
LSM LRR Dan Tokoh Pemuda Menyoroti Kinerja PT Kinra dan Proyek tangki timbun silinder berkapasitas besar di KEK Sei Mangkei
Bukan hanya rose, bahkan Greta (43) Ibu Rumah Tangga warga perdagangan juga meminta Menkominfountuk memblokir situs yang meresakan dan merusak tersebut.
” Saya sangat setuju kalau aplikasi MiChat dihapus pemerintah saja, sudah sangat meresahkan,” ujarnya.
Adanya prostitusi online di kota perdagangan menurut Greta dibuktikan dengan banyak nya perhotelan dikota perdagangan.