Atas nama DPRD, Eko menyatakan kesediaan untuk bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten dalam memajukan daerah.
Bupati Simalungun, Dr H Anton Achmad Saragih, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyusun acara.
Baca Juga:
PKS Sei Mangkei Konsestensi dalam menjalanknan Sistem Roundtable Sistenanable Palm Oil ( RSPO) dan Perketat Mutu TBS Pemasok Pihak 3 dari Segala Lini
Menurut Bupati, Kampung Ramadhan bukan hanya agenda tahunan semata, melainkan simbol kebersamaan, persatuan, dan semangat gotong royong masyarakat Simalungun.
Bupati juga berharap agar kegiatan ini dapat lebih dikenal luas dan menjadi dasar bagi terwujudnya Ramadhan Fair di kabupaten tersebut.
Bupati menjelaskan bahwa Bulan Ramadan adalah bulan pendidikan bagi jiwa dan raga, yang melatih ketaqwaan, kesabaran, empati, dan kepedulian terhadap sesama.
Baca Juga:
Kronologi Lengkap: Jaket Ojol Rp300 Ribu Jadi Alat 'Viral' Tiga WNA di Bali
“Nilai-nilai inilah yang harus kita jadikan pondasi dalam membangun Kabupaten Simalungun yang religius dan harmonis untuk menjadikan Kabupaten Simalungun menjadi maju,”katanya.
Selain itu, Bupati menekankan agar kegiatan ini menjadi ruang kreativitas dan pembelajaran bagi generasi muda tentang kewirausahaan, kepemimpinan, dan kerjasama, karena masa depan daerah berada di tangan generasi yang berakhlak, berilmu, dan berdaya saing.
Acara ditutup dengan tausyah yang disampaikan oleh Al Ustad Anugerah Cahyadi (Ucay), diikuti dengan penyerahan hadiah untuk pemenang dalam perlombaan dari Bupati kepada panitia, peninjauan stand UMKM, serta acara buka puasa bersama di Masjid Haqqul Mukminin Perdagangan II.