Beberapa literatur menyebut Perdagangan menjadi daerah transaksi komoditas unggulan masyarakat tradisional kerajaan dengan bangsa asing.
"Di sini kumpul kapal-kapal saudagar dulu," kata Joel seraya menyebut banyak perkebunan karet berdiri di daerah Perdagangan masa itu.
Baca Juga:
Gandeng Kodim 021/TU dan Polres Taput, Rutan Taturung Razia Kamar WBP
Dosen Sejarah Universitas Simalungun (USI) Jalatuah Hasugian menjelaskan, dahulu sungai di Perdagangan menjadi tempat berjualan Kerajaan Nagur. Dahulu sungai tersebut luas sehingga akses transportasi dagang Dinasti Tiongkok lancar.
"Itu dulu sungainya luas. Transaksi Karet Balata (karet merah) dari Kerajaan Nagur dengan Tiongkok di sana. Tiongkok beli karet balata untuk tiang kapal ceritanya di sana," katanya.
Perlu diketahui, Kerajaan Nagur merupakan kerajaan Simalungun yang berdiri sejak Abad ke-5. Kerajaan Nagur merupakan cikal bakal berdirinya 7 kerajaan di Siantar dan Simalungun pada abad ke-13.[bgr]
Baca Juga:
Kasus Korupsi Pengadaan Software, Kadis Kominfo Sumut Jadi Tersangka