Martumpol bagi orang Batak Toba bisa disebut juga sebagai acara pertunangan tetapi secara harfiah martumpol merupakan acara kedua pengantin di hadapan pengurus jemaat gereja diikat dalam janji untuk melangsungkan pernikahan. Upacara adat ini diikuti oleh orangtua kedua calon pengantin dan keluarga mereka beserta para undangan yang biasanya diadakan di dalam gereja, karena yang mengadakan acara martumpol ini kebanyakan adalah masyarakat Batak Toba yang beragama Kristen.
5. Marhata Sinamot
Baca Juga:
Tidak Kutip Biaya SK Perangkat, Pangulu Perdagangan II Layak Dicontoh
Marhata sinamot adalah pembicaraan tentang sinamot dari pihak laki-laki, hewan apa yang akan disembelih, berapa banyak jumlah ulos, jumlah undangan, dan di mana upacara perkawinan akan dilaksanakan. Acara ini disebut juga sebagai acara perkenalan resmi kedua belah pihak keluarga.
6. Martonggo Raja
Tata cara pernikahan adat Batak selanjutnya adalah tahap ini. Martonggo raja adalah acara untuk mengumpulkan semua anggota keluarga karena pada adat Batak acara pernikahan adalah urusan semua keluarga sehingga harus dikumpulkan semua keluarga untuk upacara.
Baca Juga:
Forwaka Kesal Kajatisu Sibuk Temui Pejabat tapi Ogah Bertemu Wartawan: Beda dengan Kajati Sebelumnya
7. Manjalo Pasu-pasu Parbagason
Pemberkatan pernikahan kedua pengantin dilaksanakan di gereja oleh pendeta. Setelah pemberkatan pernikahan selesai, maka kedua pengantin telah sah menjadi suami istri menurut gereja. Setelah pemberkatan dari gereja selesai, lalu kedua belah pihak pulang ke rumah untuk mengadakan upacara adat Batak di mana acara ini dihadiri oleh seluruh undangan dari pihak laki-laki dan perempua
8. Marunjuk / Alaon Unjuk