Simbol Keberhasilan Orang yang Meninggal
Sijagaron memiliki arti 'terpandang'. Dalam hal ini, benda ini merupakan simbol keberhasilan seseorang yang meninggal semasa dia hidup. Keberhasilan itu ditentukan jika semua anak orang yang meninggal itu sudah menikah dan hidup sukses atau disebut jagar.
Baca Juga:
Tidak Kutip Biaya SK Perangkat, Pangulu Perdagangan II Layak Dicontoh
Isi dari Sijagaron
Menjadi simbol penting bagi masyarakat Batak, membuat Sijagaron ini tidak boleh dibuat dengan sembarangan. Isi dari Sijagaron ini tidak boleh asal dan ada ketentuannya.
Sijagaron terdiri dari beragam tanaman, yaitu hariara (ara), silinjuang (sejenis tumbuhan berbatang lurus), daun baringin (beringin), ompu-ompu (bunga bakung), sanggar (ilalang beruas), sihilap (sejenis tumbuhan daun seperti kipas), pilo-pilo (daun enau muda), gambiri (kemiri), eme (padi), dan pira ni manuk (telur ayam).
Baca Juga:
Forwaka Kesal Kajatisu Sibuk Temui Pejabat tapi Ogah Bertemu Wartawan: Beda dengan Kajati Sebelumnya
Kemudian semua benda tersebut dirangkai dan ditancapkan ke dalam tumpukan padi dalam ampang atau bakul yang terbuat dari anyaman bambu.
Makna Sijagaron
Masing-masing tanaman yang digunakan dalam Sijagaron ini juga memiliki makna mendalam tentang kehidupan. Daun baringin diartikan sebagai keberhasilan dalam hidup harus memiliki kesatuan keluarga dan masyarakat yang berguna untuk orang banyak.